Mengenal Jenis Investasi Peer to Peer atau P2P Lending

Peer to peer atau P2P Lending adalah salah satu jenis Investasi, yaitu  praktek untuk menghubungkan pihak yang memberi pinjaman atau investor dengan para peminjam melalui sebuah platform online. Baik pihak yang memberi pinjaman atau peminjam dapat dilakukan oleh individu ataupun bisnis. Jadi, dapat dikatakan bahwa peer to peer atau P2P lending ini sudah seperti sebuah online market place untuk aktivitas pinjam dan meminjam uang.

Di salah satu sisi, kalian yang ingin berinvestasi di jasa investasi, kalian bisa menempatkan uang melalui peer to peer atau P2P lending dan kalian akan mendapatkan keuntungan. Lalu, di sisi yang lain, bagi yang butuh dana tapi sukar mengajukan pinjaman ke suatu bank atau sebuah jasa kredit yang lain, kalian dapat menggunakan peer to peer atau P2P lending juga. Terdengar menarik bukan? Namun, kalian jangan terlalu buru-buru dalam mengambil keputusan. Kalian harus mencari tahu terlebih  dahulu bagaimana cara kerja peer to peer atau P2P lending dan informasi penting lainnya.

Layanan keuangan yang sudah terdaftar di OJK, jika dibandingkan dengan jenis investasi lain seperti suatu saham, obligasi, atau reksadana, peer to peer atau P2P lending memang masih cukup baru. Apalagi memang peer to peer atau P2P lending ini adalah salah satu bentuk financial technology atau fintech yang baru saja populer beberapa tahun belakangan ini. Walaupun demikian, kalian tidak perlu khawatir karena peer to peer atau P2P lending adalah layanan keuangan yang sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Bahkan regulasinya sudah terdaftar yaitu POJK 77/2016.

OJK sejak lama sudah mengharuskan seluruh penyedia layanan peer to peer atau P2P lending untuk menjalankan 4 langkah dalam proses pinjam meminjam di platform yang mereka miliki masing-masing. Ke-empat langkah ini yaitu mencakup registrasi anggota secara online melalui smartphone atau komputer, pengajuan pinjaman, pelaksanaan pinjaman, sampai dengan pembayaran pinjaman dari penerima pinjaman kepada mereka sang pemberi pinjaman.

Kenali bagaimana cara kerja peer to peer atau P2P lending. Berdasarkan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh OJK tersebut, cara kerja peer to peer atau P2P lending harus sama. Untuk membantu kalian dapat memahami cara kerja peer to peer atau P2P lending adalah sebagai berikut.

Penyedia atau platform  peer to peer atau P2P lending menilai dan menganalisis peminjam, kemudian menentukan peminjam mana saja yang layak untuk mengajukan sebuah pinjaman. Platform peer to peer atau P2P lending juga yang akan menetapkan tingkat risiko dari peminjam.

Platform peer to peer atau P2P lending akan menempatkan peminjam yang terpilih di online marketplace mereka, lengkap dengan informasi profil, serta tingkat risiko peminjam.

Calon pemberi pinjaman atau investor akan menyeleksi dan menganalisis masing-masing dari pihak peminjam yang ada di platform marketplace peer to peer atau P2P lending. Jika sudah menemukan pilihan yang tepat, maka pemberi pinjaman akan melakukan pendanaan ke peminjam melalui platform yang sama tersebut. Peminjam akan mengembalikan pinjaman beserta dengan  return kepada sang pemberi pinjaman sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan ke platform peer to peer atau P2P lending. Pemberi pinjaman akan menerima dana yang akan dikembalikan peminjam melalui sebuah l platform peer to peer atau P2P lending.

Kelebihan dan risiko peer to peer atau P2P lending yaitu sama dengan jenis-jenis investasi lain, peer to peer atau P2P lending juga akan memiliki kelebihan dan risiko tersendiri. Baik sebagai calon pemberi maupun sebagai penerima pinjaman, penting bagi kamu untuk mengetahuinya.

Untuk pemberi pinjaman, sebagaimana sudah diawasi oleh OJK, maka peer to peer atau P2P lending adalah jenis investasi yang aman. Suku bunga pinjamannya pun cukup menguntungkan bagi mereka karena nilainya yang relatif signifikan. Kamu juga dapat dengan mudah melakukan diversifikasi pendanaan yaitu dengan memberi pinjaman ke beberapa peminjam sekaligus untuk memaksimalkan pendapatan keuntungannya.

Namun, jenis investasi peer to peer atau P2P lending tidak akan  memungkinkan kamu untuk menarik uang kapan pun yang kamu mau. Berbeda dengan reksadana pasar uang,  dimana tingkat likuiditasnya lebih tinggi  karena kamu akan dapat  mencairkan uang melalui aplikasi. Namun selain itu, ada pula kemungkinan risiko yang dimiliki peminjam tidak akan mampu mengembalikan dana pinjaman. Namun biasanya hal ini sudah diantisipasi oleh penyedia peer to peer atau P2P lending.